Senin, 19 Agustus 2024

Penerapan kompetensi dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif

Oleh: Abdul Rohman, S.Pd, Gr

Pengajar SMKN 1 Cilengkrang  

Pendidikan merupakan proses yang dinamis dan menuntut inovasi dalam metode pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh pendidik adalah Inkuiri Apresiatif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada identifikasi masalah, tetapi juga merayakan keberhasilan dan potensi peserta didik. Artikel ini akan menggambarkan aksi nyata seorang guru dalam menerapkan kompetensi yang dimiliki dengan menggunakan pendekatan ini dalam konteks pembelajaran di kelas.

Apa itu Inkuiri Apresiatif?

Inkuiri Apresiatif adalah pendekatan yang berorientasi pada penguatan bakat dan potensi individu. Alih-alih mencari kekurangan atau masalah, pendekatan ini lebih menekankan pencarian aspek-aspek positif dan solusi yang dapat dikembangkan. Melalui dialog dan kolaborasi, peserta didik diajak untuk mengeksplorasi pengalaman, nilai, dan kekuatan mereka.

Langkah-langkah Aksi Nyata

1. Penilaian Awal

Sebagai langkah awal, guru melakukan penilaian awal untuk memahami minat, bakat, dan latar belakang siswa. Dalam hal ini, guru dapat menggunakan kuesioner atau diskusi kelompok kecil. Dengan cara ini, guru mendapatkan gambaran tentang potensi dan keberhasilan yang sudah dimiliki siswa.

2. Menciptakan Lingkungan yang Positif

Guru berusaha menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif. Dalam praktiknya, guru mengadakan sesi pembukaan yang mengajak siswa berbagi pengalaman positif belajar mereka. Misalnya, siswa diminta untuk menceritakan tentang suatu momen ketika mereka merasa bangga terhadap pencapaian mereka. Dengan pendekatan ini, siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar lebih lanjut.

3. Penetapan Tujuan Bersama

Setelah menciptakan lingkungan positif, guru membimbing siswa untuk menetapkan tujuan belajar secara bersama-sama. Dalam kegiatan ini, siswa didorong untuk merumuskan pertanyaan yang ingin mereka jelajahi lebih dalam. Misalnya, dalam pembelajaran tentang materi mekanisme katup , siswa dapat mempertanyakan, "Mengapa katup perlu di stel?"

4. Eksplorasi lingkungan sekitar

Dalam implementasinya, guru membawa siswa untuk melakukan eksplorasi di lingkungan sekitar. Misalnya, melakukan kunjungan industry /bengkel  atau melihat pada engine yang masih terpasang di mobil atau bisa juga menganalisis pada sfesifikasi mobil . Siswa diajak untuk menyaksikan dan mendiskusikan hal-hal yang mereka temui 

5. Refleksi dan Penghargaan

Setelah melakukan eksplorasi, guru mengadakan sesi refleksi di mana siswa dapat berbagi pembelajaran yang telah mereka dapatkan. Melalui diskusi ini, guru menekankan pentingnya setiap kontribusi siswa dan memberikan penghargaan kepada mereka yang berpartisipasi aktif. Misalnya, guru bisa memberikan sertifikat kecil sebagai pengakuan atas inisiatif atau kreativitas siswa

6. Tindak Lanjut

Setelah sesi refleksi, guru membantu siswa merencanakan tindakan nyata yang dapat dilakukan di dalam praktek perbaikan mekanisme katup  dan menerapkan pembelajaran tersebut.

Kesimpulan

Dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif, seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong dan menghargai potensi peserta didik. Melalui langkah-langkah yang telah dijelaskan, guru dapat menerapkan kompetensinya dengan cara yang kreatif dan memberdayakan siswa untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga menumbuhkan kualitas kepemimpinan dan rasa tanggung jawab di kalangan siswa, yang sangat penting dalam pembentukan karakter mereka di masa depan. 

0 komentar:

Posting Komentar