Kamis, 22 Agustus 2024

Penerapan Disiplin Positif Melalui Segitiga Restitusi di Sekolah

 Oleh: Abdul Rohman, S.Pd, Gr

Pengajar SMKN 1 Cilengkrang 


Sekolah bukan hanya tempat untuk mempelajari pengetahuan akademik, tetapi juga lingkungan yang membentuk karakter dan perilaku siswa. Penerapan disiplin yang sehat menjadi penting, dan pendekatan tradisional sering lebih menekankan hukuman daripada pembelajaran. Oleh karena itu, disiplin positif, terutama melalui konsep segitiga restitusi, semakin relevan dalam pendidikan.

Apa itu segitiga restitusi? Ini adalah pendekatan dalam penerapan disiplin positif yang menekankan tiga komponen utama:

  1. Tanggung Jawab: Siswa diajarkan untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Mereka harus memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan siap memperbaiki kerusakan yang mereka sebabkan.
  2. Restorasi: Restitusi berfokus pada memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat tindakan siswa. Ini bisa berupa meminta maaf, mengganti kerugian, atau tindakan lain yang membantu memulihkan hubungan dan situasi.
  3. Pertumbuhan Pribadi: Siswa belajar dari kesalahan, memahami konsekuensi tindakan mereka, dan membangun keterampilan sosial yang lebih baik.

Langkah-langkah penerapan segitiga restitusi di sekolah melibatkan pertemuan antara siswa, guru, dan bahkan orang tua. Tujuannya adalah membahas tindakan siswa, menciptakan kesadaran tentang dampaknya, dan mencapai kesepakatan tentang langkah-langkah perbaikan. Dengan menerapkan segitiga restitusi, kita dapat menciptakan budaya positif di kelas yang berfokus pada solusi, memperkuat hubungan, dan mengajarkan siswa tentang tanggung jawab dan empati. 

Dalam praktek baik yang telah dilakukan penulis ini adlah kasus siswa yang datang terlambat karena bangun kesiangan. Hal pertama yang dilakukan adalah menanyakan alasan kenapa datang kesiangan. siswa memberi keterangan bahwa penyebab kesiangannya adalah karena tidur setelah shalat subuh. kemudian ditanyakan kembali bagaimana menurut pendapat siswa tentang perbuatan nya tersebut apakah benar atau salah. kemudian siswa mengakui bahwa perbuatannnya salah, dan siswa tersebut menammbahkan jika secara hukum keyakinan yang dianutnya (islam) tidur setelah subuh itu dilarang oleh rosululloh SAW. kemudian ditanyakan apa yang akan dilakukan untuk perbaikan kedepannya. siswa menjawab bahwa tidak akan tidur setelah shalat subuh dan akan meminta bantuan teman sekamar (dipesantren) untuk mengingatkan. 

Mengajarkan siswa tentang tanggung jawab adalah langkah penting dalam membentuk karakter  mereka Berikut adalah cara yang dapat dilakukan:

  1. Modelkan Tanggung Jawab: Tunjukkan contoh tanggung jawab dalam tindakan sehari-hari. Misalnya, ketika Anda membuat kesalahan, akui dan perbaiki.
  2. Diskusikan Konsekuensi: Bicarakan konsekuensi dari tindakan siswa. Bagaimana tindakan mereka mempengaruhi orang lain? Apa dampaknya?
  3. Berikan Tugas dengan Tanggung Jawab: Berikan tugas yang memerlukan tanggung jawab, seperti merawat tanaman di kelas atau mengatur buku-buku.
  4. Refleksi: Setelah tindakan tertentu, mintalah siswa merenung. Apa yang bisa mereka pelajari? Bagaimana mereka bisa bertindak lebih baik di masa depan?

0 komentar:

Posting Komentar