Jumat, 14 September 2012

Karakteristik Mahasiswa

Tugas seorang mahasiswa, yaitu berpikir dan mencipta yang baru, berfungsi secara sosial karena adanya tanggung jawab sosial, intelektual yang memiliki jiwa kemanusiaan, berani menyatakan tidak kalau memang itu diperlukan, dan menjunjung tinggi kebenaran. Ketika tugas ini dapat diterapkan dengan baik, muncullah sosok mahasiswa yang benar-benar mahasiswa.
Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai karakter mahasiswa, yang “menghiasi” perannya dalam pergerakan mahasiswa itu sendiri.
1. Cenderung oportunis.
Jenis mahasiswa seperti ini cenderung menggambarkan bahwa organisasi dan pergerakan mahasiswa merupakan sebuah ladang bagi dirinya untuk meraih keuntungan. Entah itu keuntungan materi, kekuasaan, atau pun status sosial.
2. Berpolitik praktis
Jenis mahasiswa ini biasanya tergabung ke dalam satu partai, dan mencoba untuk menggalang kekuatan masa untuk menduduki sebuah jabatan, atau untuk manggalang sebuah kekuatan opini. Yang lucunya, untuk sebagian mahasiswa cenderung meng’kulktus’ kan seorang tokoh , tanpa didasari oleh sebuah pemikiran-pemikiran kritis.
3. Bertaktik.
Jenis mahasiswa ini biasanya menggunakan taktik-taktik tertentu untuk dapat membentuk opini orang lain, untuk kemudian mencoba membentuk opini tersebut menjadi sebuah persepsi yang benar, ada kalanya penggalangan kekuatan tidak hanya dilakukan dengan menggunakan otak, tapi juga otot
4. Bersikap acuh tak acuh
Ada dua sebab mengapa mahasiswa menjadi acuh tak acuh. Pertama, dikarenakan tidak adanya rasa tanggung jawab dalam diri mahasiswa yang bersangkutan, dan mengidentikan bahwa seorang mahasiswa itu hanya bertugas untuk “belajar. Kedua, dikarenakan platform pergerakan mahasiwa yang tengah di usung tidak sesuai dengan pemikirannya, atau pun cara dia berjuang, bisa jadi orang-orang seperti ini mulai melihat bahwa organisasi mahasiwa yang bersangkutan berada pada jalur yang salah.
5. Berlandasan
Jenis mahasiswa ini biasanya memiliki pemahaman-pemahaman, dan pola berpikir yang matang, sehingga segala sesuatu yang diperbuat atau di perjuangkannya memiliki sebuah landasan yang real, dengan arti kata penolakan dan penerimaan didasarkan pada sebuah proses berpikir yang matang dengan pertimbangan landasan-landasan itu tadi. Mengapa mahasiwa ini bisa menjadi terkotak-kotak?, bisa jadi ada berbagai macam persepsi yang berbeda tentang arti kata idelisme itu tadi. Sekarang apa yang dimaksud dengan idealisme, sekarang mari kita ungkap lebih jauh.
6. Idealis
Idealisme adalah sesuatu yang ideal, dengan kata lain menempatkan sesuatu pada tempatnya,bisa juga dikatakan serasi atau selaras. Sebagai contoh, seorang mahasiswa dikatakan memiliki idealisme adalah ketika melakukan protes kepada seorang Dekan yang membuat sebuah keputusan dengan tidak mengindahkan aturan, untuk kembali kepada aturan yang sebenarnya, jadi idealisme disini adalah mencoba untuk memperjuangkan sebuah aturan yang telah disepakati sebelumnya, contoh lainnya adalah ketika seorang mahasiswa memperjuangkan kebutuhan orang-orang miskin, yang hak-hak nya tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi idealisme itu timbul dikarenakan adanya sebuah pemikiran untuk menempatkan segala sesuatu pada tempatnya atau dengan kata lain berbuat adil. Landasan Mahasiswa dalam Pergerakan Mahasiswa.  Secara garis besar ada dua andasan yang dipakai oeleh mahasiswa untuk memperjuangkan idealisme itu tadi, yaitu Hukum positif dan hukum Agama.

0 komentar:

Posting Komentar